Baru sempat di posting dikarenakeun rutinitas kerja [alesaaan!] dan ada musibah di rumah [yang ini beneran]. Ini catatan sedikit saya [foto-fotonya belom yak! ;p ]:
A Night With The Cure - Singapore 01.08.07 [Sebuah Catatan]
It's not a case of doing what's right, it's just the way I feel that matters
Play for Today
31.08.07
Saya sempat ragu apa harus berangkat hari atau esoknya. Meski sudah dipikirkan masak2 dg pertimbangan situasi kerja dll, ya saya tetap ragu. Gimana kalau Air Asia nya delay parah? Cancel? Gimana kalau ferry Batam-Singaporenya tiba-tiba ga beroperasi? Takut kalau kesempatan pertama kali dalam hidup hilang begitu saja. Sudahlah, saya meyakinkan diri bahwa esok adalah yang terbaik.
Ransel. tas kecil, kamera, alat mandi, 2 pieces t-shirt the Cure [yang satu akan saya pakai besok], jeans, 'jeroan', passport, personal case, limited cash, topi, cukup! Itu yang saya packing sembari denger CD The Head on the Door disambung Peel Sessions: The Cure diteruskan membaca setlist review konser di Jepang dan Hongkong.
Heaven give me a sign, waiting for the sun to shine
The Baby Screams
Matahari masih malu untuk terbit.. saya bangun kelewat pagi, lebih tepatnya saya ga tidur semalaman. Gugup hehe *kaya mo lamaran aja*. Bertemu dengan beberapa teman di bandara yang bertujuan sama: menunaikan ibadah The Cure dimampu-mampuin. Selanjutnya, perjalanan Jakarta-Batam saya pakai sebaik-baiknya untuk tidur sepulas-pulasnya.
Seorang teman yang juga Cureheads sejati asal Jakarta [dalam penyebrangan Batam-Singapore] sempat menyodorkan headphonenya minta bantu ingat judul lagu yang sedang didengarnya. Breathe.
"Kira-kira bakal dimainin ga ya nanti?"
"Kayanya ga mungkin. Dari bocoran setlist Jepang & Hongkong, The Cure lebih banyak bawain lagu-lagu hits"
Saya juga suka lagu itu, juga To the Sky, keduanya punya mood yang mirip. Sepanjang perjalanan saya isi dengan mendengarkan MP3 The Cure yang sudah di pack nyaris 1 giga di player, kebanyakan rekaman live. Lagi-lagi.. deg-deg-an..
Silahkan sebut band yang lahir saat Punk di Inggris Raya meraja di akhir 70 dan masih aktif dan eksis hingga kini. Pasti ga banyak jumlahnya dan The Cure salah satunya. 12 album, ga termasuk kompilasi, tribute album, official, unofficial rarities, juga entah berapa banyak musisi/band yang mengcover, merecycle dengan persepsi masing-masing, entah juga berapa banyak mereka yang mengaku terinfluens The Cure. Lengkapnya silahkan googling di internet sadja! Sebelum berangkat saya yakin betul 4 personil akan bermain dan meski bukan diisi new comer seteleh saya hitung formasi ini adalah formasi The Cure yang ke 17.
Jason Cooper [drums]
Menggantikan Boris Williams [drummer The Cure kesukaan saya] di tahun 1995, buah akibat merespon sebuah iklan di Melody Maker edisi Agustus 1994: "Very famous band needs drummer, no metal heads".
Porl Thompsons [guitar]
Cikal bakal The Cure [Easy Cure, 1977] digawangi salah satunyaoleh Porl Thompson yang mengisi gitar dan keyboard masa itu. Saya sempat berandai-andai, bisa saja di A Night with The Cure Live in Singapore [tajuk konser ini dari rangkaian The Cure Australasia Tour] Porl beri kejutan untuk beberapa lagu yang penting akan keyboard, dan mainkannya. Itu andai-andai saja, setelah rasanya ada yang kurang sreg setelah nonton DVD The Cure Festival 2005. Oiya, Porl [yang juga ipar dari Robert Smith] sempat talak-rujuk-keluar-masuk beberapa kali dengan The Cure.
Robert Smith [vocals, guitar]
"Please stop loving me. Please stop loving me. I am none of these things. I am none of these things"
end
But me, you and all those The CureHeads akan berkata :
Never stop loving him. Never stop loving him. He is everything. He is everything.
Simon Gallup [bass]
Pertama kali bergabung menggantikan Michael Dempsey di tahun 1979. Sempat mengundurkan diri di awal 80an namun kembali join di mid 80. Very nice on stage act and in fashion [hehe komen ini kurang penting ya?]
I'am going to Fascination Street Singapore Indoor Stadium, 01.08.07 pukul 17:00 local time, masih terdengar checksound "Itu suara Robert Smith!" *mulai norak mode: on*.
Standing free gate baru akan dibuka pukul 19:00. Merchandise Booth berada dekat Sistic loket dan standing crowd gate. 5 macam t-shirt dan pin button set, kemungkinan merch yang sama dijual pula di Jepang, Hongkong dan nanti di Australia/New Zealand. Pemasok merch sepertinya dari Australia. Secara design dan material merchs ga terlalu bagus. Apalagi kalau dicompare secara bandrol SGD 40 untuk tiap t-shirt dan SGD 10 untuk 1 set pin [isi 4]. Merchandise laku karena moment; for collectible items perusal; oleh-oleh dll. That's it. Errrgh.
19:30 Saya dan teman-teman sepenginapan Wendi, Adi Cumi, Kakak Condro dan beberapa orang yang saya kenal, yang saya ga kenal, yang ga kenal saya, yang pingin kenalan sama saya.. ga ding! masuk ke venue. Jauh lebih manis dari Tenis Indoor Senayan, sekat antara standing crowd dan panggung cukup dekat, lighting sepertinya akan cukup mantap. Wah! Namun saya sempat miris.. loh kok cuma segini ya yang nonton? 1/2 kapasitas stadium? Andai di Jakarta, tiketnya pasti akan sold-out dan responnya saya jamin akan lebih besar dari ini. Di kemudian, saya baru sadar kalau venue cukup terisi penuh saat The Cure mulai main.
20:00 crew The Cure masih hilir mudik, nampak lebih dari 15 gitar dan bass terpajang di atas panggung.
I never thought that tonight could ever be this close to me
Close to Me
20:20 satu-persatu personil ambil posisi JASON COOPER, SIMON GALLUP, PORL THOMPSON dan ROBERT SMITH ambil posisi di panggung. Saya bengong sesaat, bukan..bukan sesaat.. lebih dari sesaat! I couldnt say any word! Sampai saya membayangkan paling tidak saya akan dapatkan 2 jam lewat bisa menatap band yang pualing saya gemari ini. Sounds, tata panggung, lighting dan begitu dekatnya bibir panggung.. awgh! *ala Robert Smith* those were all absolutely great for me. My-a-long awaited and finally became my first experience to see them live, very loud. And in the best point where I so aggresive to stand there! Saya ga pernah sengotot itu, merengsek dari tengah sampai akhirnya saat A Strange Day dibawakan posisi saya TEPAT SEJAJAR dengan posisi Robert Smith in the center of the stage! Tepat berhadap muka! Hanya terasa 1.5 langkah jarak saya dan tepi panggung.
Tonight I'm screaming like an animal
All I Want
Ga ada hentinya ikut bernyanyi dan dancing like no tomorrow dan saya selalu merasa tiap kali Robert Smith tersenyum with his smile and classic pose.. dia sedang tersenyum pada SAYA! *mulai norak lagi mode: on* padahal kan 'perbuatan'nya untuk semua penonton. Hehe.
Here below the songlist:
1. Tape [intro]
2. Open, dibuka dengan Open diakhiri dengan End.. pas sekali dengan prediksi
3. Fascination Street
4. A Strange Day
5. The Blood, Robert using acoustic guitar ala unplugged
6. A Night Like This, salah satu lagu asik untuk dibawakan live
7. The Walk
8. The End of the World
9. Lovesong
10. Push, love it! in my opinion lagu ini paling enak kalo dibawakan pas selepas A Night Like This.
11. Pictures of You
12. Lullaby, hungry! ngeri!
13. Kyoto Song, Robert Smith tampil tanpa gitar only with mike
14. Hot hot hot!!
15. Alt. End
16. The Drowning Man, Porl Thompson doing a very great solo in important part of this song.
17. From the Edge of the Deep Green Sea, Robert using acoustic gitar lagi
18. Inbetween Days
19 Friday I'm in Love
20. Just Like Heaven
21. Primary
22. If Only Tonight We Could Sleep
23. The Kiss, sebelumnya instrumental cukup panjang to represent their skill ability
24. Shake Dog Shake, yang dibawakan dengan jauh lebih heavy
25. Never Enough
26. Wrong Number, Robert Smith tampil lagi tanpa gitar. Seakan 'berkomunikasi' lewat lagu Hello? Sorry, Wrong Number!
27. One Hundred Years
28. Shiver and Shake
29. End
30. Break. Encore.
31. Lets Go to Bed
32. Close to Me
33. Why Can't I Be You?
35. Three Imaginary Boys
34. Break. Encore II
36. Fire in Cairo
37. Boys Don't Cry
38. Jumping Someone Else's Train, ini benar-benar kejutan.. kirain akan berakhir hanya sampai Boys Don't Cry
39. Grinding Halt
40. 10:15 Saturday Night
41. Killing an Arab, lagu penutup konser yang sangat menarik malam itu. Killing an Arab pertama kali direkam untuk dijadikan demo di Sound and Vision Studios, London pada November 1977.
You count the total! And its about 3 hours and 10 minutes.
Sekedar catatan, beberapa lagu ditambah dengan sampling keyboard. Tapi yang sangat identik dengan keyboard seperti Close to Me porsi melodinya malah dihajar-ganti dengan gitarnya Porl. Beberapa part agak kedodoran tapi most of CureHeads seakan ngebantu dengan ikhlas bagian keyboard dengan suara mulut yang dimirip-miripkan dengan melodi keyboard. "Teng teng teeng..." "Teng te re teng teng.." atau "Tut tu tu tu tu" dengan gerakan jari-jari tangan seakan memencet tuts keyboard. Momen lucu dan menyenangkan!
More:
- Gitar favorit Robert Smith malam itu berstiker : Fuck Parental Advisory, Kapow!, Bang!
- Effect dan set yang dibawa sebagian sama dengan set Live in Orange
- Robert Smith wearing black necklace, kemeja hitam dan tercatat ada 12 aksesori bintang yang menyebar di pakaiannya dari atas sampai bawah [macam anak statistik aja nih ngitung detil segala].
- Umm.. I was in love dengan apa yang dipakai Porl Thompson at that night, I wish I have one.
- Simon Gallup memakai vest skirt buntung dan Singapore flag scarf di leher.
- "Thank you" said Robert Smith. Saya ga ngitung berapa kali tapi ga banyak.
- I saw Mary Poole, straight & long hair. Looks pretty!
- Porl Thompson terhitung paling sering ganti gitar. Beberapa kali Porl menukar gitarnya dengan motif dan ukuran yang sama persis. Maksudnya?
- Overall konser minus lagu dari album Seventeen Seconds, Wild Mood Swings dan Bloodflowers.
Cibiran yang saya tangkap seusai konser, believe me in paling hanya 2% dari total audiens. Selebihnya merasa terpuaskan bahkan those kids yang menyebut Porl Thompson "itu sapa tuh..yang banci itu" dan bengong saat The Blood, primary dan lagu-lagu era awal The Cure [kecuali Boys Don't Cry] dinyanyikan .. pun kelihatan puas.
Those 2% said:
- 3 jam kelamaan dan boring. Hah??
- Just like listen to greatest hits plus new songs. Sepertinya The Cure fanatik garis keras nih, kalau The Cure bawain lagu-lagu b-sides, rarities, sangat non hits, ... sehari semalem mungkin belum kelar-kelar tu konser.
- The Crowd was dead. Not that 'dead'! Memang nyaris tanpa moshpit cause everybody's singing!
Ga ada yang tinggal untuk disesalkan, I finally found The Cure yang menyembuhkan sesuatu di hati yang saya pikir hanya 'to wish impossible things'. Satu saat, semoga masih ada kesempatan nonton kembali. Kalaupun tidak, the concert is superb, thank you very much for yesterday.
Spiderman is always hungry,
05.08.07 late at night - Indri
more reviews from Indonesian Cureheads may found at Lostwishes at yahoogroups dot com
-------------------------------
SUPERB CONCERT!
Fakta:
- Di Jepang mereka memainkan 27 lagu dg durasi 2 jam 15 menit
- Di Hongkong mereka memainkan 29 lagu dg durasi 2 jam 45 menit
- Di SINGAPORE semalam? EMPAT PULUH SATU LAGU dg durasi 3 JAM 10
MENIT!
Yang jelas lebih dari 200 orang asal Indonesia [400 orang, kalo
menurut salahsatu oknum editor Rolling Stone Indonesia] yang ikut
tumplek di Singapore Indoor Stadium.
Detail konsernya? silahkan kalo ada yang mau cerita duluan.
Setlist result, komen dan catatan konser versi gw menyusul nanti.
Indri 02.08.07